domingo, 28 de setembro de 2008

Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste Makin Baik

Jakarta (ANTARA News) -

Kualitas pengamanan garis perbatasan Indonesia dan Timor Leste akan semakin baik di waktu-waktu mendatang, demikian Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Hotmangaradja Pandjaitan.

"Saya percaya demikian, karena kita selalu belajar dari kekurangan yang selama ini terjadi. Kesuksesan dan keberhasilan harus jadi pemicu, bukan menjadi alat pembenaran. Saya percaya pengamanan ini akan makin ketat," katanya kepada Antara, di Tobir, Kabupaten Belu, NTT, Senin.

Pandjaitan berada di Tobir untuk meninjau kesiapan akhir Batalion Infantri 744/SYB, pernah dipimpin Mayor Infantri (saat itu) Susilo Bambang Yudhoyono, untuk melaksanakan tugas sebagai STPPIT Markas Besar TNI menggantikan koleganya, Batalion Infantri 743/PSY.

Di Tobir, Pandjaitan memeriksa kesiapan para personel TNI, mulai kelengkapan pribadi, persenjataan, penguasaan prosedur, hingga kesiapan material pendukung.

"Secara umum mereka siap untuk bertugas. Mungkin akhir Oktober ini mereka bisa ditempatkan di pos-pos perbatasan negara kita," kata Pandjaitan menyimpulkan.

Di seluruh garis perbatasan Indonesia dengan Timor Timur, terdapat 39 pos pengamanan perbatasan dan pintu perlintasan resmi yang dijaga STPPIT Markas Besar TNI.

Awalnya, STPPIT Markas Besar TNI terdiri dari tiga batalion berasal dari dalam dan luar Kodam IX/Udayana, ditambah beberapa tim pendukung dari korps selain infantri.

Belakangan, jumlah itu dikurangi menjadi hanya satu batalion infantri yang berasal dari dalam Kodam IX/Udayana.

Pangdam Udayana menganggap semakin banyaknya pos pengamanan dari sisi Timor Timur sebagai hal yang baik demi keamanan kedua negara.

Dengan jumlah pos pengamanan milik UPF yang semakin banyak, berarti langkah koordinasi pengamanan perbatasan kedua negara bisa semakin baik dan harmonis, kata Pandjaitan. (*)

COPYRIGHT © 2008
Source: ANTARA